Cangkang Kelapa Sawit Bioenergi
Cangkang Kelapa Sawit Bioenergi

Cangkang kelapa sawit bioenergi menjadi salah satu sumber energi terbarukan. Unsur biomassa di dalamnya mampu menghasilkan bioenergi alternatif serta menjadi produk bernilai tambah bahkan menjadi sumber tenaga pembangkit energi listrik. 

Biomassa cangkang kelapa sawit belum terlalu populer meskipun sudah banyak masyarakat dan industri yang memanfaatkannya. Seperti apa efektifitas serta potensinya sebagai bioenergi, berikut penjelasannya. 

Mengenal Cangkang Kelapa Sawit Bioenergi

Bioenergi pada dasarnya adalah energi yang berasal dari organisme biologis atau bahan organik. Cangkang kelapa sawit sendiri memiliki potensi menjanjikan sebagai biopower. Yaitu hasil pengolahan limbah seperti tandan serta bagian tempurung. 

Limbah organik berupa tempurung kelapa sawit ini oleh masyarakat sudah sering dimanfaatkan sebagai sumber energi. Untuk pembakaran pada proses mengolah makanan sehari-hari, industri rumahan seperti pencetakan batu bata dan pembakaran genteng tanah liat.

Cangkang Kelapa Sawit Bioenergi
Cangkang Kelapa Sawit Bioenergi

Pemanfaatan pada skala industri lebih luas lagi bahkan bentuknya tidak lagi murni cangkang melainkan sudah dikemas lebih praktis. Salah satunya adalah briket, atau biobriket yang bentuknya lebih menarik dan praktis. 

Alasan cangkang kelapa sawit bioenergi ini banyak dikembangkan adalah karena mempunyai kandungan kadar uap tinggi yaitu mencapai 69-70%. Kemudian juga mengandung zat sulphur rendah, sehingga mengurangi polusi udara. 

Kandungan lignoselulosa dapat dikonversi menjadi cairan, charcoal (arang) maupun gas melalui proses pirolisis. Pirolisis adalah proses peruraian secara termal tanpa oksigen menghasilkan produk turunan antara lain gas, cairan hingga residu berupa karbon atau tar.

Bahan organik masuk pada proses pemanasan suhu tinggi dalam lingkungan tanpa udara atau dengan udara sangat terbatas. Selama proses berlangsung bahan organik akan terurai menjadi gas, cairan, dan residu padat disebut biochar atau karbon aktif.

Proses pirolisis dari cangkang menjadi produk bioenergi berlangsung pada suhu di atas 300°C selama 4-7 jam. Proses ini umumnya berlangsung di industri modern yang memang memproduksi bioenergi skala besar. 

Pengembangan bioenergi ini memiliki potensi besar untuk mengatasi masalah ketahanan energi, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta mendorong perekonomian. Potensi yang masih perlu dimaksimalkan adalah ketersediaan bahan baku. 

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit Bioenergi

Bioenergi dari bahan biomassa memiliki berbagai pemanfaatan penting dalam berbagai sektor. Berikut beberapa contoh penggunaan cangkang kelapa sawit sebagai salah satu bioenergi potensial.

  1. Energi Listrik

Pemanfaatan sebagai energi listrik ini sudah tidak asing lagi. Biomassa berupa serbuk gergaji, serbuk kayu, jerami, limbah perkebunan dan pertanian sudah banyak yang melalui proses pengolahan efektif seperti pembakaran atau gasifikasi.

  1. Pemanas Rumah dan Bangunan

Sumber pemanasan rumah serta bangunan sudah banyak menggunakan cangkang kelapa sawit bioenergi. Penggunaan untuk tungku pemanas di Negara 4 musim, sumber pengapian pada tungku kompor tradisional, pengapian di resto dan sebagainya. 

  1. Transportasi

Bahan bakar biodiesel dan bioetanol juga sudah sangat populer sebagai alternatif bahan bakar kendaraan bermotor. Bahkan saat ini semakin berkembang dengan penerapan teknologi ramah lingkungan guna mengurangi emisi gas rumah kaca. 

  1. Industri

Banyak industri besar tanah air maupun dunia sudah beralih menggunakan cangkang kelapa sawit bioenergi. Pemanfaatannya pada pemanasan mesin, penggerak turbin generator, penghasil uap untuk proses produksi. 

  1. Pertanian dan perkebunan

Pemanfaatan lainnya adalah pada proses lanjutan di bidang pertanian, kehutanan, perkebunan. Salah satu contohnya yaitu penyulingan minyak kayu putih dari daunnya yang menggunakan metode pemanasan. 

Contoh lainnya pada pemanasan untuk pengolahan hasil panen dengan tujuan mengurangi kadar air komoditas. Proses pengawetan hasil panen kebun hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, jagung melalui proses pengasapan.

  1. Pengolahan Limbah

Pengolahan limbah pada industri banyak juga yang memanfaatkan bioenergi. Salah satu tujuannya untuk efisiensi biaya pengelolaan limbah, sekaligus mengurangi dampak negatif lebih parah pada lingkungan apabila menggunakan bahan bakar fosil. 

  1. Pengganti Bahan Bakar Fosil

Pemanfaatannya secara masif pada berbagai bidang kehidupan manusia juga efektif mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Hal ini dikarenakan penggunaan bahan bakar fosil berkontribusi terhadap perubahan iklim yang merugikan makhluk hidup. 

Biomassa berupa limbah perkebunan memiliki manfaat yang semakin berkembang seiring perkembangan teknologi. Seperti cangkang kelapa sawit bioenergi, mulai dikonversi menjadi berbagai bentuk agar pemanfaatannya makin mudah dan praktis. 

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Wood Pellet, Anda bisa mengaksesnya di website https://jualwoodpellet.com/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 (Maria) untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp https://wa.me/6281929391980 (Mala) untuk keperluan alas kandang hewan.