
Cangkang kelapa sawit biomassa berasal dari tempurung sawit yang banyak terbuang. Limbah organik ini ternyata banyak kegunaannya dan menunjang kebutuhan hidup manusia. Banyak perusahaan kemudian mengumpulkan dan mengolahnya.
Tempurung kelapa berukuran kecil ini memiliki banyak kandungan unsur bermanfaat. Seperti kadar abu, kadar air, dan karbon aktif. Dari kandungan kimia material tempurung inilah kemudian banyak industri sengaja mengolahnya, berikut penjelasannya.
Mengenal Seputar Cangkang Kelapa Sawit Biomassa
Bisnis kelapa sawit memiliki peluang bagus karena tidak hanya, manfaat dari hasil minyaknya saja, tapi bagian tempurungnya juga punya nilai ekonomis. Tempurung atau cangkang ini memiliki kadar penguapan (volatilitas matter) sampai 70%.
Kandungan lainnya adalah karbon aktif yang mencapai 20-22%, kemudian air sebanyak 7-8% serta abu 2-3%. Kandungan kalori juga tinggi yaitu lebih dari 4.200 Kcal, yang menjadikannya ideal untuk menggantikan sumber energi fosil.

Kadar penguapan cangkang kelapa sawit biomassa yang tinggi menyebabkan tempurung mudah terbakar. Karbon aktif yang maksimalkanya 22% menjadikannya sebagai bahan bakar ramah lingkungan sebab tidak menimbulkan pencemaran udara.
Ketersediaannya cukup melimpah, mengingat Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil komoditi kelapa sawit terbesar di dunia. Selama ini, industri pengolahan hanya mengambil minyaknya saja.
Sementara bahan sisa industri terbuang ke lingkungan. Jumlahnya yang terus meningkat seiring tingginya pengolahan minyak sawit, hal ini kemudian dimanfaatkan masyarakat sekitar industri serta pengusaha untuk bahan bakar.
Pada proses sederhana, cara pemanfaatannya cukup dengan membakarnya bersama sampah kering. Kini pemanfaatannya sudah banyak mendapat pengaruh teknologi hingga menghasilkan cangkang kelapa sawit biomassa.
Jepang adalah salah satu negara pengguna cangkang sawit sebagai energi alternatif. Di Indonesia juga sudah banyak pemanfaatan limbah organik ini terutama di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk bahan bakar ketel uap (boiler).
5 Manfaat Cangkang Kelapa Sawit Biomassa
Limbah organik ini memiliki nilai ekonomis tinggi terlebih saat ini banyak dikembangkan melalui berbagai proses pengolahan. Bukan hanya untuk industri besar, bisa juga digunakan oleh masyarakat secara umum. Berikut beberapa manfaatnya.
- Bahan Baku Arang
Manfaat cangkang kelapa sawit biomassa yang pertama adalah untuk bahan baku arang atau charcoal. Charcoal dari tempurung kelapa sawit memiliki kualitas tinggi karena sifatnya sebagai penghantar panas yang efektif.
Kandungan zat lignoselulosa pada tempurung, serta kalori tinggi membuatnya cepat terbakar. Tidak menimbulkan banyak asap seperti pada penggunaan arang kayu, sehingga lebih ramah lingkungan.
- Bahan Bakar Boiler
Manfaat selanjutnya adalah sebagai bahan bakar boiler. Cangkang kelapa sawit biomassa masuk pada sistem pembakaran menghasilkan uap panas, uap kemudian menggerakkan mesin (boiler).
Pada industri pengolahan minyak mentah, limbah diolah kembali menjadi sumber pembakaran demi efisiensi biaya produksi. Sehingga perusahaan tidak lagi tergantung pada sumber energi dari fosil seperti gas, minyak bumi dan batu bara.
- Campuran Pakan Ternak
Material biomassa ini juga bermanfaat untuk pakan ternak, melalui pengolahan industri pakan. Limbah organik ini memiliki kandungan nutrisi yang efektif mempercepat proses metabolisme ternak.
Penggunaannya tidak secara tunggal, namun menjadi campuran bahan pakan lainnya yang sudah tertakar. Ternak sapi, kambing, unggas dan ikan sangat terbantu perkembangannya dengan adanya campuran ini.
- Pengeras Jalan
Selain cangkang kelapa sawit biomassa sebagai sumber energi serta pakan, ini juga bermanfaat sebagai bahan pengeras jalan. Bentuk fisiknya yang kecil tapi keras menjadikannya sebagai salah satu alternatif pengerasan jalan terutama di lingkungan perkebunan.
Pemilihan material limbah sebagai pengeras jalan karena alasan ekonomis. Ketersediaannya melimpah, harganya murah, sehingga kebutuhan dalam jumlah banyak sekalipun dapat terpenuhi secara kontinyu.
- Produksi Pellet (High Energy Density Biomassa)
Manfaat lainnya adalah sebagai produksi pellet untuk meningkatkan nilai kalori dari agar menjadi sama dengan batu bara antrasit. Jepang sudah memulai bisnis seperti ini yang menginisiasi pelaku industri tanah air untuk mengembangkan produksi pellet.
Pengembangan ini sekaligus mendukung program hilirisasi industri nasional. Sehingga cangkang sawit bisa masuk sebagai komoditi ekspor. Potensi ini mendapat dukungan penuh pemerintah dengan mempermudah mekanisme ekspor yang mencapai 3,5 ton per tahun.
Limbah hasil industri minyak mentah kelapa sawit di Indonesia sangat melimpah. Menjadi potensi ekonomi karena laku di pasaran ekspor, serta bisa dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat maupun industri yaitu berupa cangkang kelapa sawit biomassa.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Wood Pellet, Anda bisa mengaksesnya di website https://jualwoodpellet.com/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 (Maria) untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp https://wa.me/6281929391980 (Mala) untuk keperluan alas kandang hewan.