
Pelet kayu dari serbuk gergaji termasuk salah satu bahan bakar alternatif di dunia. Bahan bakar alternatif ini sudah populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena bisa menggantikan batu bara yang lebih mahal.
Keunggulannya ialah lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar fossil. Produk ini juga termasuk energi terbarukan. Kalorinya juga cukup untuk proses pembakaran.
Sementara bentuknya terbilang kecil. Anda bisa memanfaatkannya untuk beragam keperluan, termasuk rumah tangga hingga industri. Simak perbedaannya dengan batu bara secara lengkap dalam artikel ini.
Perbandingan Pelet Kayu dari Serbuk Gergaji dan Batu Bara
Karena termasuk produk baru dalam dunia bahan bakar, wood pellet banyak dibandingkan dengan batu bara. Mari menyimak perbandingannya di bawah ini.
- Pengertian
Mari membahas pengertiannya terlebih dahulu. Wood pellet ialah serat kayu hasil dari limbah industri. Anda bisa menggunakannya untuk beragam keperluan termasuk bahan bakar.
Sementara batu bara ialah olahan fossil yang juga berfungsi untuk beragam keperluan. Mulai dari menyalakan api, memasak makanan, menghadirkan panas dan lain lain. Anda bisa membelinya dalam beragam ukuran, bentuk dan kualitas.
- Cara Pembuatan
Perbedaan lainnya terletak pada cara pembuatan. Untuk batu bara didapatkan melalui penambangan bawah tanah. Sementara wood pellet berasal dari proses pengolahan sisa kayu.

- Emisi
Setiap bahan bakar yang melalui proses pembakaran pasti akan menghasilkan emisi. Akan tetapi, setiap jenisnya pasti menghasilkan emisi berbeda. Ada yang jauh lebih ramah lingkungan.
Batu bara termasuk bahan bakar fossil yang mengandung banyak karbon dioksida. Oleh karenanya, produk ini mampu menghasilkan banyak karbon dioksida begitu melalui proses pembakaran.
Sementara pelet kayu dari serbuk gergaji tidak mempunyai kandungan karbon dioksida. Oleh karenanya, ketika melalui proses pembakaran tidak akan mengeluarkan zat tersebut. Jadi, sudah tentu lebih ramah lingkungan daripada olahan fossil.
Tatkala membakar batu bara, akan tercipta polutan berbahaya. Polutan tersebut juga mungkin menjadi pemicu munculnya penyakit bahkan kematian.
Zat yang tercipta dari pembakaran olahan fossil tersebut ialah sulfur dioksida, nitrogen oksida, merkuri, karbon dioksida, karbon monoksida, arsenik, dioksin hingga timbal. Jadi, banyak sekali zat berbahaya tercipta hanya dari pembakaran batu bara.
Sementara ketika membakar pelet kayu dari serbuk gergaji, Anda justru mengurangi polusi. Daripada menghasilkan banyak zat berbahaya dari batu bara, tentu lebih baik memilih produk ini.
Akan tetapi, bukan berarti produk tersebut tidak menghasilkan dampak buruk sama sekali. Bukan zat berbahaya melainkan asap. Jadi, jika membakarnya akan muncul cukup banyak asap.
- Biaya
Perbedaan lainnya ialah terkait biaya, jadi untuk batu bara efisiensi termalnya bagus akan tetapi biayanya terbilang tinggi. Alasan mahalnya olahan fossil ini ialah kesulitan penambangan di bawah tanah.
Sementara pelet kayu jauh lebih murah dan mudah sekali produksinya. Produk ini juga mudah terbakar jadi cukup efektif sebagai bahan bakar alternatif.

- Sifat
Secara umum, sifat pelet kayu dari serbuk gergaji dan batu bara cukup berbeda. Jadi, sebelum menggunakan wood pellet pastikan sudah memahami sifatnya.
Misalnya saja untuk wood pellet akan terbakar secara bersih dan efisien. Akan lebih cocok untuk menggunakannya sebagai bahan bakar tungku.
Sementara batu bara terbakar secara pelan, menghadirkan pasokan panas secara stabil dan konsisten. Akan lebih cocok untuk keperluan panas yang tahan lama selama beberapa hari tanpa beberapa kali mengisi ulang bahan bakar. Apabila memerlukan bahan bakar alternatif terbarukan yang ramah lingkungan dengan biaya terjangkau, jawabannya ialah wood pellet. Pelet kayu dari serbuk gergaji juga mempunyai lebih banyak keunggulan dibandingkan batu bara.
Kesimpulan
Pelet kayu dari serbuk gergaji telah menjadi pilihan utama sebagai bahan bakar alternatif yang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Keunggulannya sebagai pengganti batu bara yang lebih mahal dan dampak lingkungan yang lebih ramah membuatnya diminati.
Berbagai aspek perbandingan antara pelet kayu dan batu bara mengungkap perbedaan signifikan. Dari segi pengertian, pelet kayu merupakan serat kayu hasil limbah industri, sementara batu bara adalah olahan fossil untuk keperluan beragam. Proses pembuatan keduanya juga berbeda, dengan batu bara berasal dari penambangan bawah tanah dan pelet kayu dari pengolahan sisa kayu.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Wood Pellet, atau mengenai fungsi dan manfaat wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website https://jualwoodpellet.com/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 (Maria) untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp https://wa.me/6281929391980 (Mala) untuk keperluan alas kandang hewan.