
Pembuatan wood pellet sengon adalah inovasi terbaru. Di Indonesia, pohon sengon sendiri bukan suatu hal yang langka. Bahkan, pohon sengon dapat ditemukan dengan mudah di banyak lokasi. Pohon sengon ini banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia.
Nah, pohon sengon jugas bisa dibuat menjadi wood pellet yang merupakan bahan bakar terbarukan. Dengan demikian, sisa serbuk kayu sewon ini tidak terbuang begitu saja.
Industri Pembuatan Wood Pellet Sengon
Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan pohon sengon. Pohon ini banyak ditanam masyarakat di berbagai daerah dalam kawasan hutan rakyat. Bahkan, diperkirakan bahwa luas perkebunan sengon saat ini mencapai hampir 1 juta hektar. Kayu menjadi produk utama dari perkebunan sengon.
Umumnya, kayu dari pohon sengon ini banyak masyarakat manfaatkan sebagai berbagai produk kayu gelondongan, kayu lapis, kayu papan, barecore, dan bahkan pallet.

Apa Itu Pellet Kayu?
Untuk Anda yang masih asing dengan pellet kayu, sebenarnya ini adalah jenis bahan bakar padat. Bedanya, bahan bakar ini terbuat dari bahan organik, yakni kayu. Pellet kayu atau wood pellet pada umumnya terbuat dari salah satu dari lima kategori umum biomassa, seperti limbah industri pabrik dan produk sampingan, residu pertanian, kayu yang memang tidak diolah, tanaman sumber energi, dan limbah makanan.
Penggunaan wood pellet saat ini semakin umum di masyarakat karena memang jauh lebih ramah lingkungan. Ada juga berbagai keuntungan yang pengguna dapatkan. Keuntungan tersebut adalah menjadi lebih hemat kayu, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Bahkan, penggunaan wood pellet sengon juga tidak menghasilkan asap.
Karakteristik Kayu Sengon
Kayu sengon ini sebenarnya termasuk jenis kayu lunak. Umumnya, panen kayu sengon di perkebunan adalah ketika pohon berusia sekitar 5 tahun. Ketika produksi kayu sengon, akan muncul berbagai limbah pengolahan, seperti serbuk gergaji, potongan kayu, bagian kulitnya, dan bahkan hingga serutan kayu.
Jika dibiarkan begitu saja, tentu limbah tersebut akan sangat mencemari lingkungan. Apalagi pemanfaatan dari kayu sengon di Indonesia ini memang sangat banyak. Oleh karena itu, sisa limbah produksi tersebut akhirnya bisa digunakan sebagai bahan pembuatan wood pellet. Selain ramah lingkungan, wood pellet juga mampu menggerakkan sektor ekonomi.
Kayu sengon memiliki karakteristik utama lainnya, yaitu kayu yang ringan dengan densitas sekitar 320 sampai 540 kg/m3. Sementara itu, kadar air pada kayu sengon adalah 15%.
Dengan kadar air tersebut, kayu sengon termasuk sangat cocok untuk menjadi wood pellet. Sebab, kadar air yang rendah tersebut akan membuat wood pellet sengon mampu menghasilkan tingkat kalor yang cukup tinggi.
Selain itu, kayu sengon juga cukup padat, berserat lurus, dan juga teksturnya agak kasar. Meski demikian, kayu sengon ini mudah dikerjakan.
Pada produksi wood pellet di industri, maka bentuknya akan berupa silinder. Ring die pellet press adalah sebuah pelletizer yang biasanya digunakan sebagai alat pemaletan biomassa di industri, khususnya yang berbahan baku biomassa kayu.
Saat ini pembuatan pellet kayu menggunakan limbah sengon semakin umum. Selain karena memang mudah ditemukan, ini juga memiliki nilai ekonomis yang cukup besar.
Permintaan terhadap wood pellet semakin tinggi, bahkan hingga ke mancanegara. Tidak heran jika pembuatan wood pellet ini berasal dari kayu sengon, jenis yang banyak tumbuh di Indonesia. Adapun proses pembuatan wood pellet sengon ini sama seperti pembuatan wood pellet yang berasal dari bahan kayu lainnya. Tidak hanya itu, harga pasarannya pun hampir sama.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Wood Pellet, atau mengenai fungsi dan manfaat wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.