Besaran kalori wood pellet tidak jauh beda dengan batu bara. Hal inilah yang membuat pelet kayu atau wood pellet banyak digunakan menjadi bahan bakar pengganti batu bara. Seperti yang kita tahu, sejak ribuan tahun lalu manusia memanfaatkan batu bara sebagai bahan bakar. Akan tetapi, batu bara merupakan energi yang tidak terbarukan. Bahkan, batu bara merupakan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan.
Saat ini muncul penggunaan wood pellet sebagai bahan bakar pengganti batu bara. Wood pellet ini jauh lebih ramah lingkungan dan pastinya dapat terbarukan.
Berapa Kalori Wood Pellet?
Semakin hari persediaan bahan bakar batu bara semakin terkuras dengan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi. Maka dari itu, sudah saatnya mencari sumber bahan bakar baru. Wood pellet merupakan salah satu bahan bakar terbarukan yang bisa digunakan sebagai pengganti dari batu bara. Karena terbarukan, maka wood pellet ini tidak akan habis.
Selain itu, wood pellet juga memiliki hara yang jauh lebih murah daripada batu bara yang kian hari melonjak naik dan bahkan semakin langka. Wood pellet ampuh dalam menggantikan batu bara tidak lain karena kalorinya yang tidak jauh berbeda. Dalam bobot yang sama, wood pellet dengan serbuk gergaji memiliki nilai kalori yang berkisar di angka 4600 sampai 4900.
Sementara untuk kalori batu bara sendiri adalah 4.800 sampai 5.200 kalori. Dari angkanya bahkan tidak jauh berbeda dari kalori wood pellet, sehingga keduanya sama-sama ampuh menjadi bahan bakar.
Lebih Ramah Lingkungan
Wood pellet terbentuk dari hasil pengolahan kayu bulat atau limbah kayu hingga menjadi serbuk. Hasil serbuk tersebut kemudian dipasarkan hingga membentuk silindris berdiameter 6 sampai 10 mm. Panjang dari wood pellet sekitar 1 hingga 3 cm dan kepadatan rata-ratanya 650 kg/m2 atau 1,5 m3/ton.
Penggunaan pelet kayu sebagai pengganti bahan bakar batu bara ini dianggap jauh lebih ramah lingkungan. Pertama, wood pellet merupakan energi terbarukan yang tidak akan habis. Kemudian, wood pellet juga tidak menghasilkan asap maupun Co2. Dengan begitu, wood pellet ini bisa lebih ramah lingkungan.
Daripada gas LPG yang mahal dan menghasilkan gas Co2, tentu saja wood pellet ini jauh lebih unggul. Apalagi penggunaan wood pellet ini akan jauh lebih hemat. Sifatnya yang mirip kayu bakar membuat wood pellet bisa Anda padamkan dan nyalakan kembali sesuai kebutuhan. Jadi, wood pellet tidak hanya satu kali penggunaan saja.
Meski mirip kayu bakar, tetapi kalori wood pellet mirip batu bara. Hal tersebut karena wood pellet juga melewati masa pengeringan yang akan menghilangkan kadar air di dalam kayu.
Penggunaan Wood Pellet
Wood pellet ini sudah banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri dan perusahaan di Eropa. Umumnya masyarakat Eropa dan Amerika menggunakan wood pellet sebagai sumber panas tanpa listrik ketika musim dingin. Sayangnya di Indonesia sendiri penggunakan wood pellet masih cukup jarang. Padahal, sebenarnya Indonesia memiliki potensi menghasilkan wood pellet yang baik dan bahkan bisa dimanfaatkan untuk ekspor.
Hal tersebut karena Indonesia negara tropis di garis khatulistiwa. Tingkat sinar matahari sebagai syarat utama pertumbuhan pohon di Indonesia tentu saja maksimal. Sudah ada beberapa perusahaan yang menciptakan wood pellet ini. Namun, mereka lebih memilih untuk mengekspornya karena memang di Indonesia masih sedikit peminat.
Karena kalori wood pellet yang hampir setara dengan bahan bakar tak terbarukan, maka ini bisa menjadi alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Alhasil, Bumi akan tetap terjaga.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.
Cara pembuatan wood pellet biasanya berasal dari limbah atau residu hasil penggergajian dan tatal kayu dari hasil produksi pabrik furniture. Selain itu, bisa juga berasal dari sisa-sisa kayu yang berkualitas rendah dari proses pemanenan dan penebangan hutan.
Bagi beberapa negara wilayah Amerika Utara dan Eropa, mereka memanfaatkan palet kayu bekas yang sudah rusak sebagai bahan baku utama pelet kayu ini. Palet kayu tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan logistik atau perkapalan yang biasa menerima banyak barang yang bersamaan dengan palet kayu.
Cara Pembuatan Wood Pellet dengan Benar
Untuk memperoleh produk wood pellet yang sesuai dengan kebutuhan, terdapat beberapa cara pasti sebagai langkah pembuatannya. Namun, sebelum itu kayu dalam bentuk utuhan akan terlebih dahulu dibawa menuju pabrik untuk menjalani proses pemotongan atau chipping dalam dua tahap. Adapun langkah lengkap pembuatan pelet kayu dengan benar adalah sebagai berikut:
1. Chipping
Sama seperti ulasan sebelumnya, kayu utuhan akan menjalani proses chipping dalam dua tahapan. Tentunya kedua tahapan tersebut memiliki tujuan dan cara yang berbeda-beda.
Tahap pertama bertujuan untuk pemecahan kayu agar ukurannya sesuai dengan kebutuhan menggunakan mesin wood chipper. Sementara itu, untuk tahap yang kedua bertujuan untuk memecah potongan-potongan tersebut agar menjadi serpihan dengan tebal dan panjang yang sesuai.
2. Screening
Cara pembuatan wood pellet berikutnya adalah dengan proses screening atau penyaringan. Pada bahan serpihan kayu yang terpakai biasanya akan terdapat banyak bahan-bahan lain yang tidak diperlukan, seperti pasir, paku, kerikil, atau lain sebagainya.
Keberadaan bahan-bahan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hasil pelet kayu dan mengganggu proses kompresi yang ada. Untuk mendapatkan serpihan kayu yang baik, diperlukan adanya proses penyaringan atau screening dengan bantuan alat khusus.
Alat tersebut memiliki daya magnet yang memungkinkan untuk penarikan berbagai bahan logam yang ada pada serpihan kayu tersebut. Alat ini juga memiliki desain khusus untuk memastikan serpihan yang masuk memiliki ukuran yang tepat dalam alat pengering nantinya.
3. Drying
Drying ini merupakan proses pengeringan yang dilakukan sebelum potongan kayu menjadi serpihan. Namun, proses ini akan lebih mudah apabila bahan baku tersebut telah berbentuk sebuah serpihan.
Dalam skala kecil, pengeringan ini dapat berjalan dengan cara yang sederhana hingga serpihan kayu benar-benar kering. Sedangkan untuk produksi besar, biasanya mereka akan menggunakan berbagai peralatan khusus dengan memasukan serpihan-serpihan tersebut ke dalam mesin yang berbentuk seperti lorong dengan aliran udara panas. Melalui mesin ini kelembaban serpihan kayu akan berkurang hingga 10-12 persen yang sama seperti bahan kayu furniture.
4. Milling
Cara pembuatan wood pellet ini bertujuan untuk menjadikan serpihan-serpihan kayu tersebut menjadi partikel yang lebih halus yang hampir sama dengan serbuk gergaji dengan mesin penggilingan khusus.
5. Compressing
Setelah menjadi partikel yang lebih kecil, serpihan kayu akan menjalani proses compressing atau penggilingan menggunakan alat bertemperatur dan bertekanan tinggi. Tekanan tersebut berjalan dengan interval yang menghasilkan pelet dalam bentuk potongan yang lebih kecil. Temperatur tinggi dalam mesin menyebabkan lignin polimer alami yang ada dalam kayu berperan sebagai lem untuk menyatukan partikel yang terkompresi.
6. Cooling
Proses berikutnya adalah proses tahapan akhir sebagai pernyataan bahwa wood pellet siap di packing setelah menjalani proses pendinginan dengan temperatur antara 90°C hingga 40°C.
Itulah cara pembuatan wood pellet dengan beberapa langkah yang sederhana dan pasti. Dalam rumah tangga, pelet kayu biasanya terpakai sebagai sistem pemanas dalam rumah dan pemanas kompor untuk pesta BBQ. Pada beberapa negara maju, terutama yang memiliki empat musim kompor pelet kayu menjadi semakin populer dengan fungsinya sebagai pemanas dalam rumah saat musim dingin. Selain itu, bahan bakar pelet kayu memiliki karakter bersih, temperatur yang stabil, tidak banyak debu dan bebas polusi sehingga banyak terpakai dalam rumah tangga.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.
Wood pellet telah menjadi sumber energi terbarukan yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Dibuat dari serbuk kayu kering yang terkompresi, wood pellet memiliki kualitas bakar yang tinggi dan emisi karbon yang rendah, menjadikannya sebagai alternatif yang ramah lingkungan untuk bahan bakar fosil. Proses pembuatan wood pellet melibatkan beberapa tahap penting, yang akan dijelaskan secara lengkap dalam artikel ini.
Pembuatan wood pellet dan Tahapannya
Tahap pertama dalam membuat wood pellet adalah pengumpulan dan persiapan bahan baku. Limbah kayu dari berbagai sumber, seperti pabrik kayu, industri penggergajian, atau sisa kayu dari pemangkasan pohon, dikumpulkan.
Kayu tersebut kemudian dihancurkan menjadi serbuk halus menggunakan mesin penghancur kayu. Serbuk kayu yang dihasilkan harus memiliki ukuran partikel yang seragam agar menghasilkan wood pellet yang berkualitas tinggi.
Setelah serbuk kayu siap, tahap pembuatan wood pellet selanjutnya adalah pengeringan. Serbuk kayu memiliki kadar air yang tinggi setelah penghancuran, sehingga perlu dikeringkan hingga mencapai tingkat kelembaban yang tepat.
Hal ini penting agar serbuk kayu dapat terkompresi dengan baik menjadi wood pellet yang padat dan memiliki nilai bakar yang tinggi. Biasanya, serbuk kayu dikeringkan menggunakan mesin pengering yang menggunakan panas untuk menghilangkan kelembaban.
Setelah proses pengeringan, serbuk kayu siap untuk diekstrusi. Pada tahap ini, serbuk kayu dimasukkan ke dalam mesin ekstrusi yang terdiri dari silinder berlubang.
Serbuk kayu ditekan ke dalam silinder oleh ulir penggerak yang berputar, menghasilkan tekanan yang tinggi. Tekanan ini memadatkan serbuk kayu menjadi bentuk silinder padat yang panjang, yang kemudian dipotong menjadi ukuran yang diinginkan, biasanya sekitar 1-2 cm.
Setelah wood pellet terbentuk, tahap terakhir adalah pendinginan dan penyimpanan. Wood pellet yang baru diproduksi memiliki suhu tinggi akibat proses ekstrusi.
Oleh karena itu, mereka harus didinginkan secara bertahap menggunakan sistem pendinginan udara atau air. Setelah pendinginan, wood pellet siap untuk disimpan atau dikemas dalam kantong atau kemasan lainnya untuk distribusi.
Proses pembuatan wood pellet yang efisien dan berkualitas juga melibatkan pengujian dan pengawasan kualitas. Sampel wood pellet diuji untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar yang ditetapkan, seperti kadar kelembaban, kepadatan, nilai bakar, dan emisi. Jika ada kekurangan, penyesuaian dalam proses produksi dapat dilakukan untuk mencapai kualitas yang diinginkan.
Keunggulan Memakai Wood Pellet
Setelah mengetahui proses pembuatan wood pellet, mungkin Anda perlu tahu apa saja kelebihan produk ini. Menggunakan wood pellet sebagai sumber energi memiliki beberapa keunggulan yang signifikan:
Ramah lingkungan: Wood pellet dibuat dari limbah kayu atau kayu yang ditanam secara berkelanjutan. Penggunaan wood pellet membantu mengurangi pemanasan global dan emisi karbon karena mereka menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah daripada bahan bakar fosil.
Efisiensi energi: Wood pellet memiliki kandungan energi yang tinggi dan dapat menghasilkan panas yang kuat dan konsisten. Mereka memiliki nilai bakar yang lebih tinggi dibandingkan kayu biasa atau batu bara, sehingga memberikan efisiensi energi yang lebih baik.
Sumber energi terbarukan: Wood pellet merupakan sumber energi terbarukan yang dapat diperbaharui. Dengan mengandalkan limbah kayu atau sumber daya kayu yang ditanam kembali, penggunaan wood pellet membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui.
Kemudahan penggunaan: Wood pellet dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti pemanas ruangan, pemanas air, dan pembangkit listrik. Mereka mudah untuk diatur dan memiliki kebakaran yang stabil dan bersih.
Aksesibilitas: Wood pellet dapat diproduksi secara lokal, mengurangi ketergantungan pada impor energi. Dengan meningkatnya popularitas wood pellet, pasokan dan aksesibilitasnya juga semakin meningkat.
Limbah kayu daur ulang: Penggunaan wood pellet membantu mengurangi limbah kayu dan memberikan nilai tambah pada limbah kayu yang sebelumnya dianggap sebagai sisa. Ini berarti mengurangi dampak lingkungan negatif dari pembuangan limbah kayu.
Proses pembuatan wood pellet melibatkan tahapan yang terstruktur. Penggunaan wood pellet sebagai sumber energi memiliki berbagai keunggulan, termasuk ramah lingkungan, efisiensi energi, sumber energi terbarukan, kemudahan penggunaan, aksesibilitas, dan pengolahan limbah kayu. Dengan manfaat ini, wood pellet menjadi alternatif yang menarik dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi kita.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.
Wood pellet kayu mungkin sudah tidak terasa asing untuk sebagian besar orang. Akan tetapi tidak semua orang mengetahui apa wood pellet serta bagaimana cara pembuatannya.
Masyarakat mengenal wood pellet sebagai pelet kayu yang merupakan salah satu jenis bahan bakar alternatif terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Memiliki bentuk yang hampir sama dengan briket kayu, akan tetapi dengan ukuran serta bahan perekat yang berbeda.
Pelet kayu hadir dengan menawarkan berbagai manfaat untuk memenuhi berbagai jenis kebutuhan. Baik untuk kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan industri dan perusahaan.
Wood Pellet Kayu dengan Berbagai Manfaat
Wood pellet saat ini menjadi bahan bakar yang banyak diminati di kalangan masyarakat. Ini merupakan bahan bakar yang terbuat dari serbuk kayu atau berbahan kayu.
Pada umumnya bahan bakar satu ini banyak digunakan oleh negara-negara yang mempunyai 4 musim. Wood pellet atau pelet kayu menjadi salah satu bahan bakar pengganti batubara.
Selain itu, terdapat banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh pengguna saat menggunakan bahan bakar satu ini. Seperti untuk burner, menghangatkan ruangan hingga memasak di atas kompor.
Mengenal Lebih Dekat Bahan Bakar Wood Pellet
Pada umumnya, wood pellet kayu terbuat dari limbah industri penggergajian, limbah industri kayu, atau limbah penebangan kayu. Salah satu hal yang perlu kita perhatikan adalah bahan kayu yang akan digunakan mempunyai kadar ligan yang cukup tinggi. Ini berfungsi sebagai zat perekat alami.
Sedangkan dari sisi penampilan, wood pellet tampak lebih halus dan berkilau. Dengan sedikit retakan yang membuatnya tampak seperti crayon. Pelet kayu mudah sekali terbakar yang mampu menghasilkan nyala api yang lebih bagus dari bahan bakar lainnya.
Pelet kayu dapat disebut dengan carbon neutral yang diklaim tidak menambah emisi CO2 ke atmosfer. Hal ini karena wood pellet berbahan baku pepohonan yang telah menyerap lebih banyak CO2.
Keunggulan Pelet Kayu
Penggunaan wood pellet kayu sebagai bahan bakar memiliki banyak sekali keunggulan. Bahan bakar satu ini tidak menghasilkan asap maupun CO2. Dengan demikian, pelet kayu cukup ramah lingkungan dan harganya cukup terjangkau.
Seperti yang kita tahu bahwa gas LPG menghasilkan CO2 yang tidak ramah lingkungan dan harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini tentu pelet kayu tentu jauh lebih unggul dari bahan bakar gas tersebut.
Selain itu, wood pellet mempunyai karakter yang sama seperti kayu bakar yakni dapat dipadamkan dan dinyalakan kembali saat diperlukan. Lain dengan batu bara yang harus digunakan sampai habis atau padam dengan sendirinya.
Keunggulan lain dari produk ini adalah memiliki kandungan kalori yang setingkat dengan batu bara. Hal ini karena proses produksi pelet kayu telah melewati fase pengeringan yang bermanfaat dalam menghilangkan kadar air pada kayu.
Emisi CO2 pada wood pellet kayu sepuluh kali lebih rendah jika kita bandingkan dengan batubara atau bahan bakar minyak lainnya. Selain itu juga lebih rendah dari gas. Dengan berbagai keunggulan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pelet kayu jauh lebih bermanfaat dari bahan bakar lainnya.
Seperti yang telah terungkap sebelumnya bahwa pellet kayu saat ini banyak dimanfaatkan oleh berbagai negara maju. Terutama bagi negara yang memiliki 4 musim sebagai alternatif bahan bakar.
Wood pellet kayu dapat dikatakan sebagai alternatif bahan bakar yang relatif aman dan praktis. Salah satu alasan mengapa saat ini banyak orang yang beralih ke wood pallet selain aman dan ramah lingkungan adalah lebih hemat biaya dibandingkan dengan jenis bahan bakar lain.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.
Siapakah yang sering menjadi konsumen atau pembeli wood pellet? Biasanya, wood pellet sering dipakai oleh negara-negara maju sebagai penghangat ruangan, terutama yang mempunyai empat musim. Orang-orang tersebut menggunakan wood pellet sebagai alternatif bahan bakar untuk menghangatkan ruangan.
Tak hanya untuk beberapa negara maju saja, melainkan di Indonesia juga sering menggunakan wood pellet ini sebagai pengganti kayu bakar. Selain lebih ramah lingkungan, wood pellet tersebut juga mempunyai harga terjangkau. Nah, berikut ini ada beberapa alasan kenapa mesti membeli wood pellet.
Alasan Beralih Menjadi Pembeli Wood Pellet
Wood pellet merupakan sebuah produk yang pada proses pembuatannya memerlukan bahan baku seperti serbuk kayu. Seperti yang sudah dijelaskan, wood pellet ini sering digunakan sebagai pengganti kayu bakar untuk menghangatkan sebuah ruangan atau memasak di dalam tungku.
Karena hanya menggunakan bahan baku serbuk kayu, maka tak heran jika wood pellet ini dinilai sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan. Bukan hanya luar negeri saja yang menggunakan produk wood pellet ini, melainkan beberapa masyarakat di Indonesia kin pun sudah mulai beralih untuk menggunakan bahan bakar tersebut.
Jika dilihat dari keunggulannya, wood pellet ini mempunyai kadar lingan yang tinggi, sehingga mampu menjadi zat perekat alami. Dengan begitu, produk tersebut bisa terlihat halus serta berkilau.
Tak hanya itu saja, wood pellet ini juga sangat aman digunakan. Api yang dihasilkan dari penggunaan wood pellet ini juga terlihat lebih bagus. Perlu kamu ketahui juga, ada beberapa alasan beberapa orang memilih menjadi pembeli wood pellet daripada menggunakan bahan bakar kayu, yakni sebagai berikut.
1. Ramah Lingkungan
Wood pellet terbuat dari serbuk kayu lalu diolah menjadi sebuah produk tersebut. Seperti yang kita ketahui, serbuk kayu merupakan bahan alami dari alam, sehingga sudah pasti ramah lingkungan. Jadi, wood pellet ini menjadi alternatif bahan bakar yang sangat ramah lingkungan dan aman untuk digunakan.
2. Harganya Terjangkau
Selain ramah lingkungan, wood pellet ini dijual dengan harga yang lumayan terjangkau. Biasanya, wood pellet ini dijual dengan kiloan atau ton, sehingga harganya cenderung relatif murah. Bahkan, produk tersebut lebih murah daripada membeli gas untuk kompor. Dengan begitu, pengguna sudah bisa menggunakan bahan bakar ini dalam jangka waktu lama dengan biaya pembelian yang murah. Untuk pastinya, kamu bisa cek sendiri di beberapa toko yang menjual produk tersebut.
3. Alternatif Pengganti Kayu
Jika hidup di sebuah kota, tentunya keberadaan kayu bakar sulit ditemukan. Walaupun saat ini sudah ada banyak orang yang menggunakan kompor daripada tungku. Namun beberapa orang lebih senang menggunakan tungku karena lebih tradisional. Selain itu, ketika sedang melakukan camping, tentunya membawa kayu atau mencari ranting di sekitar tempat kemah dinilai lebih merepotkan bukan?
Dari hal tersebut membuat beberapa orang memilih menjadi pembeli wood pellet untuk mengganti bahan bakar kayu. Beberapa orang luar negeri yang notabenenya mempunyai musim salju juga sering menggunakan wood pellet sebagai penghangat ruangan.
4. Asap yang Dihasilkan Cenderung Tidak Menyebar dan Sedikit
Wood pellet ini juga sangat nyaman ketika digunakan sebagai penghangat ruangan. Sebab, asap yang dihasilkan tidak begitu banyak bahkan hampir tidak ada. Selain itu, wood pellet ini juga tidak menimbulkan suara seperti ledakan ketika membakar kayu, sehingga tergolong aman. Jadi, tak heran jika sebagian orang lebih memilih menggunakan wood pellet ini daripada kayu bakar.
Nah, itulah sejumlah alasan kenapa beralih menjadi pembeli wood pellet daripada menggunakan kayu bakar. Dengan beberapa alasan tersebut, tentunya semakin membuat industri wood pellet ini menjadi lebih berkembang bahkan hingga menembus pasar ekspor ke beberapa negara.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.