cara pembuatan wood pellet

Cara pembuatan wood pellet biasanya berasal dari limbah atau residu hasil penggergajian dan tatal kayu dari hasil produksi pabrik furniture. Selain itu, bisa juga berasal dari sisa-sisa kayu yang berkualitas rendah dari proses pemanenan dan penebangan hutan.

Bagi beberapa negara wilayah Amerika Utara dan Eropa, mereka memanfaatkan palet kayu bekas yang sudah rusak sebagai bahan baku utama pelet kayu ini. Palet kayu tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan logistik atau perkapalan yang biasa menerima banyak barang yang bersamaan dengan palet kayu.

Cara Pembuatan Wood Pellet dengan Benar

proses produksi wood pellet

Untuk memperoleh produk wood pellet yang sesuai dengan kebutuhan, terdapat beberapa cara pasti sebagai langkah pembuatannya. Namun, sebelum itu kayu dalam bentuk utuhan akan terlebih dahulu dibawa menuju pabrik untuk menjalani proses pemotongan atau chipping dalam dua tahap. Adapun langkah lengkap pembuatan pelet kayu dengan benar adalah sebagai berikut:

1. Chipping

Sama seperti ulasan sebelumnya, kayu utuhan akan menjalani proses chipping dalam dua tahapan. Tentunya kedua tahapan tersebut memiliki tujuan dan cara yang berbeda-beda.

Tahap pertama bertujuan untuk pemecahan kayu agar ukurannya sesuai dengan kebutuhan menggunakan mesin wood chipper. Sementara itu, untuk tahap yang kedua bertujuan untuk memecah potongan-potongan tersebut agar menjadi serpihan dengan tebal dan panjang yang sesuai.

2. Screening

Cara pembuatan wood pellet berikutnya adalah dengan proses screening atau penyaringan. Pada bahan serpihan kayu yang terpakai biasanya akan terdapat banyak bahan-bahan lain yang tidak diperlukan, seperti pasir, paku, kerikil, atau lain sebagainya.

Keberadaan bahan-bahan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hasil pelet kayu dan mengganggu proses kompresi yang ada. Untuk mendapatkan serpihan kayu yang baik, diperlukan adanya proses penyaringan atau screening dengan bantuan alat khusus.

Alat tersebut memiliki daya magnet yang memungkinkan untuk penarikan berbagai bahan logam yang ada pada serpihan kayu tersebut. Alat ini juga memiliki desain khusus untuk memastikan serpihan yang masuk memiliki ukuran yang tepat dalam alat pengering nantinya.

3. Drying

Drying ini merupakan proses pengeringan yang dilakukan sebelum potongan kayu menjadi serpihan. Namun, proses ini akan lebih mudah apabila bahan baku tersebut telah berbentuk sebuah serpihan.

Dalam skala kecil, pengeringan ini dapat berjalan dengan cara yang sederhana hingga serpihan kayu benar-benar kering. Sedangkan untuk produksi besar, biasanya mereka akan menggunakan berbagai peralatan khusus dengan memasukan serpihan-serpihan tersebut ke dalam mesin yang berbentuk seperti lorong dengan aliran udara panas. Melalui mesin ini kelembaban serpihan kayu akan berkurang hingga 10-12 persen yang sama seperti bahan kayu furniture.

4. Milling

Cara pembuatan wood pellet ini bertujuan untuk menjadikan serpihan-serpihan kayu tersebut menjadi partikel yang lebih halus yang hampir sama dengan serbuk gergaji dengan mesin penggilingan khusus.

5. Compressing

Setelah menjadi partikel yang lebih kecil, serpihan kayu akan menjalani proses compressing atau penggilingan menggunakan alat bertemperatur dan bertekanan tinggi. Tekanan tersebut berjalan dengan interval yang menghasilkan pelet dalam bentuk potongan yang lebih kecil. Temperatur tinggi dalam mesin menyebabkan lignin polimer alami yang ada dalam kayu berperan sebagai lem untuk menyatukan partikel yang terkompresi.

6. Cooling

Proses berikutnya adalah proses tahapan akhir sebagai pernyataan bahwa wood pellet siap di packing setelah menjalani proses pendinginan dengan temperatur antara  90°C hingga 40°C.

Itulah cara pembuatan wood pellet dengan beberapa langkah yang sederhana dan pasti. Dalam rumah tangga, pelet kayu biasanya terpakai sebagai sistem pemanas dalam rumah dan pemanas kompor untuk pesta BBQ. Pada beberapa negara maju, terutama yang memiliki empat musim kompor pelet kayu menjadi semakin populer dengan fungsinya sebagai pemanas dalam rumah saat musim dingin. Selain itu, bahan bakar pelet kayu memiliki karakter bersih, temperatur yang stabil, tidak banyak debu dan bebas polusi sehingga banyak terpakai dalam rumah tangga. 

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.