
Harga wood pellet per ton seringkali menjadi pertimbangan. Pasalnya, setiap tahun mengalami perubahan. Padahal, sebagai bahan bakar alternatif, wood pellet seringkali dimanfaatkan untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga.
Kisaran Harga Wood Pellet Per Ton
Wood pellet atau pelet kayu merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari kayu ataupun biomassa lainnya. Kayu-kayu tersebut melalui proses penghancuran dan pembentukan hingga menjadi butiran kecil.
Ukuran diameternya sekitar 6 sampai 8 mm dengan panjang 10 hingga 30 mm. Pelet kayu memiliki banyak kegunaan, seperti sebagai bahan bakar untuk boiler, dapur, tungku, alas hewan peliharaan, dan manfaat lainnya.
Mengingat fungsi dan kegunaannya yang sangat beragam, tak sedikit masyarakat kita menjadikannya sebagai ladang bisnis. Apalagi, harga wood pellet cukup tinggi.
Tinggi rendahnya harga ditentukan oleh kualitasnya. Semakin bagus kualitas wood pellet tersebut, maka semakin mahal pula harganya, dan begitu pula sebaliknya.
Selain itu, harga pelet kayu dalam negeri dengan pelet kayu untuk pasar ekspor juga berbeda. Harga per kilogramnya berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 4.000.
Itu artinya, harga wood pellet per ton mencapai kisaran Rp 3.000.000 hingga Rp 4.000.000. Sementara itu, kisaran harga per tonnya untuk pasar ekspor mencapai USD 115-125.
Tidak hanya Indonesia saja yang melakukan ekspor pelet kayu. Ada pula negara-negara lainnya, seperti Kanada hingga Amerika Serikat.
Bila kita bandingkan dengan kedua negara tersebut, harga ekspor wood pellet Indonesia per tonnya terbilang lebih kecil.

Faktor yang Menentukan Naik Turunnya Harga Wood Pellet
Seperti yang sudah kita singgung pada pembahasan awal, harga pelet kayu mengalami perubahan setiap tahunnya. Namun, kenaikan maupun penurunan harga tidak terjadi begitu saja.
Ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhinya. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku.
Proses pembuatan pelet kayu membutuhkan kayu atau bahan biomassa lainnya. jika pasokan bahan bakunya terbatas, maka biaya produksinya akan mengalami peningkatan.
Itu artinya, harga pelet kayu baik di dalam negeri maupun ekspor menjadi lebih tinggi. Tidak hanya biaya produksinya saja, biaya transportasi, biaya mesin dan peralatan, maupun biaya tenaga kerja juga mempengaruhi harga wood pellet.
Harga wood pellet per ton maupun per kg turut ditentukan berdasarkan permintaan pasar. Semakin besar permintaan wood pellet di pasaran, maka harganya pun akan cenderung naik.
Begitu pula sebaliknya, permintaan pasar menurun, kemungkinan besar harganya juga akan anjlok. Bahan bakar alternatif tidak hanya wood pellet, melainkan ada pula minyak dan batu bara. Jika bahan alternatif lain mengalami penurunan, harga wood pellet cenderung turun.
Kelebihan Wood Pellet
Meskipun harganya naik turun, wood pellet tidak henti-hentinya diproduksi. Hal ini karena kelebihannya sebagai bahan bakar alternatif.
Pemanfaatan pelet kayu terbilang hemat biaya. Harga pelet kayu baik itu per kg ataupun per tonnya, cenderung lebih murah.
Terutama jika kita bandingkan dengan penggunaan gas. Selain itu, pemakaian wood pellet bisa menghemat penggunaan kayu.
Artinya, kita tidak harus menebang banyak pohon, sehingga dapat melestarikan alam dan lingkungan. Pemanfaatan wood pellet dinilai lebih sehat karena dapat mengurangi emisi CO2.
Lebihnya lagi, tergolong aman karena tidak adanya risiko ledakan. Tidak pula menghasilkan asap yang berbahaya, sehingga lebih aman.
Itulah tadi informasi mengenai harga wood pellet per ton yang bisa kita jadikan acuan. Untuk mendapatkan wood pellet, saat ini sudah semakin mudah, karena dijual belikan melalui marketplace maupun website.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai harga wood pellet per ton, atau mengenai fungsi dan manfaat wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.