
Karena terbuat dari bahan baku alami, tentu proses pembuatan wood pellet ini tidaklah rumit. Namun, dalam membuatnya pastinya juga perlu ketelitian dan penyajian yang pas. Dengan begitu, produk wood pellet dapat dihasilkan dengan kondisi yang berkualitas. Nah, jika kamu ingin tahu lebih dalam terkait proses pembuatannya, silahkan simak berikut ini.
Serangkaian Proses Pembuatan Wood Pellet
Wood pellet menjadi salah satu alternatif pengganti pasir kucing pada umumnya. Kebanyakan orang mulai beralih dari pasir ke wood pellet karena dinilai lebih ramah lingkungan. Selain itu, wood pellet ini juga mempunyai harga terjangkau namun tetap berkualitas.

Lantas, seperti apa cara pembuatan wood pellet ini? Nah, sebenarnya cara membuat wood pellet tidaklah rumit namun juga bukan berarti simpel. Ada beberapa tahapan mulai dari menyiapkan bahan serbuk kayu dan beberapa tahapan lainnya. Jika kamu penasaran, silahkan simak berikut ini.
1. Menyiapkan Bahan Dasar
Tahapan pertama yang perlu dilakukan sebelum memulai pembuatan wood pellet ialah menyiapkan bahan. Walaupun terbuat dari bahan dasar kayu, tentunya tidak boleh sembarangan memilih kayunya.
Biasanya, untuk pembuatan wood pellet ini lebih menggunakan kayu jati, kayu mahoni, ataupun kayu karet. Nah, semua bahan kayu tersebut terbilang cukup mudah ditemukan di berbagai pengrajin mebel.
2. Menghancurkan Bahan Baku Menjadi Serbuk
Jika bahan sudah terkumpul, langkah selanjutnya yaitu menghancurkannya menjadi seperti serbuk menggunakan alat khusus penghancur. Jika ingin lebih instan, kamu bisa mencari sisa serbuk kayu dari pengrajin mebel, sebab mereka tentunya menghasilkan serbuk tersebut dalam jumlah yang banyak.
3. Proses Pengeringan
Proses pembuatan wood pellet berikutnya yaitu memasuki tahapan pengeringan. Serbuk yang tadi sudah kamu hasilkan, maka langkah selanjutnya akan dimasukkan ke mesin pengering. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi kadar air yang tersisa pada serbuk kayu tersebut. Biasanya, proses pengeringan ini bertahan hingga kadar air yang tersisa hanya sampai 10% saja.
4. Proses Penggilingan/ Grinding
Seperti pada umumnya, serbuk kayu tentunya masih mempunyai partikel yang cukup kasar. Maka dari itu, supaya bisa halus sempurna dan dapat diolah menjadi wood pellet tentunya harus digiling lagi.
Dalam proses penggilingan tersebut, serbuk kayu juga akan dicek lagi supaya kadar airnya hanya sekitar 10% sampai 12% saja, setelah itu baru dikeluarkan dari mesin dan dicetak menjadi wood pellet.
5. Pendinginan
Jika serbuk halus yang sebelumnya sudah dicetak menjadi wood pellet, maka langkah selanjutnya yaitu proses pendinginan. Hal ini bertujuan supaya suhu panas pada wood pellet tersebut turun dan hasilnya nanti tidak mudah hancur ketika sudah dipakai.
6. Proses Penyaringan
Biasanya, sebelum dijual wood pellet ini akan disaring terlebih dahulu. Para pengrajin akan memilih wood pellet yang masih utuh dan tidak hancur saja. Nah, untuk proses penyaringan ini juga membutuhkan alat khusus seperti penyedot debu khusus.
Lalu, debu yang sudah disaring tersebut akan dimasukkan ke sebuah tabung dan diolah menjadi wood pellet lagi. Setelah semua debu sudah dibersihkan, maka wood pellet sudah bisa dipakai atau dijual.
Nah, itulah serangkaian proses pembuatan wood pellet yang bisa kamu ketahui. Bagaimana terbilang mudah bukan? Namun, dalam pembuatannya tentu harus mempertimbangkan beberapa hal seperti di atas supaya wood pellet yang dihasilkan bisa berkualitas. Selain itu, pemilihan bahan baku juga tidak boleh sembarangan supaya wood pellet yang dihasilkan nantinya bisa tahan lama dan tidak mudah hancur.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.