bahan bakar pelet kayu

Pelet kayu atau dikenal juga sebagai wood pellet merupakan salah satu energi alternatif terbarukan yang sering digunakan di negara 4 musim. Adapun komposisi bahan bakar pelet kayu itu sendiri merupakan sisa limbah dari produksi kayu. Sisa limbah produksi kayu ini biasanya didapatkan dari industri kerajinan kayu, sisa penebangan pohon, dan juga limbah industri kayu lainnya.

Kegunaan Bahan Bakar Pelet Kayu

wood pellet

Kegunaan dari pelet kayu ini sendiri merupakan sebagai substitusi dari batu bara. Biasanya, pelet kayu digunakan sebagai bahan penghangat ruangan, untuk sumber api ketika memasak, burner, dan sebagainya.

Lantas, apa saja kegunaan alias manfaat dari wood pellet yang perlu kamu ketahui? Berikut ulasannya.

1. Menghasilkan Emisi yang Rendah

Ancaman kenaikan suhu dan pemanasan global belakangan ini banyak mengkhawatirkan masyarakat. Salah satu penyebab global warming itu sendiri adalah gas emisi yang dihasilkan itu begitu tinggi.

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil yang menghasilkan gas emisi yang tinggi. Akibat hal itu, sebagian masyarakat berupaya mengurangi penggunaan batu bara dalam kehidupan sehari-hari.

Pelet kayu untuk bahan bakar merupakan salah satu alternatif pengganti batu bara. Pasalnya gas emisi yang dihasilkan oleh wood pellet it 10 kali lebih rendah dari batu bara dan gas bumi. Hal inilah yang membuat wood pellet lebih eco friendly.

2. Lebih Hemat ketika Digunakan

Pelet kayu ini memiliki sifat yang sama sebagaimana kayu bakar. Hal ini berarti pelet kayu bisa dipadamkan apabila sedang tidak digunakan.

Ketika kamu tidak memerlukan pembakaran pelet kayu itu, kamu bisa memadamkannya kapan saja. Sehingga penghematan bahan bakar bisa dimaksimalkan.

3. Kandungan Kalori Cenderung Sama dengan Batu Bara

Salah satu manfaat menggunakan pelet kayu sebagai pengganti batu bara adalah jumlah kalorinya yang tidak jauh berbeda.

Pasalnya, jumlah kalori dari batu bara sebesar 5000 – 6000 kKal. Sedangkan jumlah kalori dari wood pellet itu berjumlah 4.200 – 4.800 kKal dengan kadar abu hanya sebesar 0.5 – 3% saja.

4. Merupakan Komoditas Ekspor yang Menjanjikan

Dikarenakan stok pepohonan di negara 4 musim itu terbatas dan juga kebutuhan akan pelet kayu yang lumayan tinggi. Maka ini bisa menjadi peluang usaha ekspor tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini dikarenakan harga pelet kayu bahan bakar yang lumayan dan Indonesia merupakan negara tropis yang ditumbuhi banyak hutan dan pepohonan.

Cara Membuat Pelet Kayu

Cara membuat pelet kayu ini terhitung mudah. Berikut langkah-langkah dalam pembuatan wood pellet yang bisa kamu ikuti.

  1. Siapkan dahulu bahan baku pelet kayu berupa sisa limbah kayu yang tidak berguna lagi.
  2. Pecahkan kayu dengan mesin wood chipper hingga berukuran panjang 25 mm lalu pecahkan kembali kayu tersebut hingga menjadi serpihan dengan panjang sekitar 10 mm dan tebal 3 mm.
  3. Singkirkan bahan-bahan yang tidak berguna seperti pasir, paku, batu, dan sebagainya dengan sebuah mesin khusus yang mengandung magnet.
  4. Keringkan kayu dengan menjemurnya.
  5. Haluskan serpihan kayu dengan mesin penggiling sehingga menjadi seperti serbuk gergaji.
  6. Serbuk tersebut dimasukkan ke dalam mesin penggilingan pelet.
  7. Pelet kayu yang telah jadi didinginkan dengan temperatur 40 – 90 derajat celcius dan siap untuk di-packing.
  8. Selesai.

Penutup

Demikianlah artikel yang membahas tentang apa saja manfaat dan kegunaan dari bahan bakar pelet kayu serta bagaimana proses dari pembuatan wood pellet itu sendiri. Semoga bermanfaat.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.