
Kompor wood pellet atau kompor biomassa semakin berkembang dan digunakan di masyarakat. Hal tersebut tidak terlepas dari keunggulan yang diberikan, baik dari segi bahan bakar pelet kompor maupun ketersediaannya di alam.
Pelet Kayu sebagai Bahan Bakar Pelet Kompor
Pelet kayu merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sebagai biomassa. Bahan bakar tersebut ramah lingkungan dan ketersediaannya di alam melimpah.

Bentuk dari wood pellet ini hamper sama dengan briket kayu. Akan tetapi, ukuran dan bahan perekat dari material ini berbeda. Ada banyak manfaat dari bahan bakar pelet kompor ini, misalnya untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, baik kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan industri.
Bahan bakar utama pelet kayu dari hasil pengolahan kayu bulat atau limbah kayu. Bahan tersebut diubah menjadi serbuk yang dipadatkan hingga berbentuk silindris. Ukuran dari wood pellet ini umumnya berdiameter 6 hingga 10 mm dengan panjang sekitar 1 sampai 3 cm.
Rata-rata pelet kayu ini memiliki kepadatan sekitar 650 kg/m2 atau 1,5m3/ton. Bahan bakar berupa pellet kayu ini banyak digunakan di Eropa dan Amerika sebagai sumber energi untuk pemanas ruangan.
Pelet kayu juga mampu menghasilkan listrik serta sebagai bahan bakar untuk keperluan memasak di rumah tangga. Rasio panas yang dihasilkan pellet kayu ini relatif tinggi, yaitu antara output dan input-nya sekitar 4,7 kWh/kg.
Pelet Kayu Murah dan Ramah Lingkungan
Sebagai bakar, pelet kayu tidak menghasilkan asap maupun CO2, sehingga dianggap sebagai material yang ramah lingkungan. Selain itu, dari segi harga, pelet kayu dijual di pasaran dengan harga yang terjangkau.
Apabila dibandingkan dengan penggunaan gas LPG dengan harga yang cenderung mahal serta menghasilkan CO2 yang tidak ramah lingkungan, tentu saja pelet kayu ini jauh lebih unggul.
Sifat dari pelet kayu ini hampir sama dengan kayu bakar. Saat tidak digunakan pelet kayu bisa dipadamkan dan dapat dihidupkan kembali ketika akan digunakan.
Meskipun karakter bahan bakar tersebut seperti kayu bakar, namun kandungan kalori dari pelet kayu setingkat dengan batu bara. Hal ini dikarenakan material tersebut telah dikeringkan terlebih dahulu untuk menghilangkan kadar air pada kayu.
Keunggulan Penggunaan Bahan Bakar Pelet Kompor
Penggunaan pelet kayu di rumah tangga diatur dalam satu paket bersama kompor. Pelet kayu bisa disebut sebagai carbon neutral karena tidak menambahkan emisi ke atmosfer.
Hal tersebut disebabkan pelet kayu berasal dari pepohonan yang lebih banyak menyerap CO2 daripada membuangnya. Emisi CO2 yang dihasilkan pelet kayu ini lebih rendah 10 kali dibandingkan batu bara dan bahan bakar minyak.
Jika dibandingkan dengan gas LPG, tingkat emisi pelet kayu lebih rendah delapan kalinya. Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelet kayu jauh lebih bermanfaat dibandingkan bahan bakar lainnya.
Saat ini sudah banyak industri maupun UKM yang mulai menggunakan pelet kayu sebagai bahan bakar. Bahan bakar tersebut bisa dimanfaatkan untuk memanggang BBQ karena jauh lebih mudah terbakar dibandingkan arang.
Tidak hanya itu, saat ini sudah banyak jenis kompor pelet yang mulai digunakan oleh masyarakat.
Penutup
Bahan pembuatan pelet kayu mudah ditemui di Indonesia. Kompor ini memiliki potensi untuk terus berkembang menggantikan tungku tradisional yang masih banyak digunakan oleh rumah tangga di pedesaan. Meningkatnya penggunaan bahan bakar pelet kompor perlu diiringi dengan peningkatan kualitas kompor maupun pelet kayu yang dijual di pasaran. Selain ramah lingkungan, bahan bakar tersebut jauh lebih murah dan mudah didapatkan.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.