
Pelet kayu pengganti batu bara dikenal sebagai salah satu sumber energi yang terbaru. Pelet ini termasuk sisa-sisa atau limbah yang berasal dari proses pengerjaan kayu.
Namun, ternyata pelet ini menggunakan bahan yang berkualitas rendah dari serpihan kayu. Biasanya, pelet juga berasal dari penebangan atau hasil panen kayu. Informasi kali ini akan membahas tentang pelet sebagai pengganti batu bara.
Kenali Apa itu Pelet Kayu Pengganti Batu Bara
Ketidakstabilan harga batu bara saat ini tentunya memaksa masyarakat semakin berkreasi. Hal ini tentunya memunculkan inovasi yang baru untuk menggantikan posisi dan peran batu bara itu sendiri.

Pelet kayu pengganti batu bara merupakan salah satu bahan bakar bioenergi atau ekologis. Jika dilihat dari bentuk wood pellet sendiri hampir sama dengan briket. Hanya saja ukuran dan bahannya tampak memiliki perbedaan.
Kayu yang biasanya digunakan sebagai pengganti batu bara yaitu kayu Kaliandra. Kayu ini sebenarnya tidak mudah ditemukan atau bisa dibilang lumayan langka. Oleh karena itu, tidak banyak orang yang tahu penggunaan dari kayu ini.
Tahapan Proses Pembuatan Pelet Kayu sebagai Pengganti Batu Bara
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat pelet kayu menjadi pengganti batu bara. Berikut ini sudah ada penjelasan terkait cara membuat pelet kayu pengganti batu bara, antara lain:
1. Pemotongan
Hal pertama yang bisa dilakukan yaitu pemotongan kayu terlebih dahulu. Pemotongan kayu ini dilakukan karena bahannya masih dalam bentuk asli.
Pemotongan kayu biasanya akan dilakukan sebanyak dua kali, yakni dengan menggunakan mesin pencacah. Di mana mesin ini biasanya berukuran sekitar 25 mm.
Setelah itu, pada cara buat pelet kayu selanjutnya akan dilakukan pemotongan. Hal ini tentunya untuk bisa menghasilkan serpihan kayu dengan panjang 10 mm dan tebal 3 mm.
2. Penyaringan
Penyaringan pada pelet ini sebenarnya harus dilakukan karena tidak menutup kemungkinan bahwa flakes tersebut mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan. Contohnya saja seperti batu, paku, pasir atau benda yang berbahaya.
Oleh karena itu, cara membuat pelet kayu sederhana ini juga disebut sebagai rambu magnet dan ukuran custom. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan proses penjemuran atau pengeringan.
3. Penggilingan
Langkah selanjutnya, bisa melakukan proses penggilingan menjadi potongan lebih kecil. Pada saat yang sama, kayu akan langsung ditekan ke dalam mesin penggilingan pada suhu dan tekanan tinggi.
Tekanan yang akan diterapkan nantinya harus bisa dilakukan secara berkala. Hal ini tentunya untuk dapat menciptakan pelet yang pecah menjadi potongan lebih kecil.
4. Pendinginan
Pendinginan ini juga merupakan salah satu bagian dari produksi pelet kayu yang perlu dilakukan. Pendinginan berarti siap untuk dikemas menjadi inovasi yang terbaru. Dimana wood pellet juga dapat menggantikan peran sebagai batu bara.
Apalagi pelet kayu ini lebih ramah lingkungan, sedangkan arang kurang ramah lingkungan. Jadi dapat dikatakan bahwa penggunaan wood pellet ini telah menawarkan banyak keuntungan.
Tidak hanya untuk batubara saja, melainkan hal yang lainnya. Namun, untuk penggunaan pelet kayu di Indonesia saat ini belum terlalu banyak.
Apalagi hasilnya seringkali diekspor langsung keluar negeri. Oleh karena itu, diharapkan pelet kayu ini dapat disukai dan digunakan oleh Masyarakat di Indonesia.
Penutup
Berdasarkan penjelasan yang ada di atas tentunya pelet kayu pengganti batu bara ini sebenarnya sangat berguna. Hal inilah yang membuat beberapa pengusaha menggunakan pelet kayu tersebut.Meskipun masih banyak orang yang bertanya pelet kayu untuk apa, diharapkan dengan informasi di atas bisa dipahami dengan baik.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet baik sebagai bahan bakar biomassa maupun alas kandang hewan, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp Maria untuk keperluan wood pellet biomassa dan link WhatsApp Mala untuk keperluan alas kandang hewan.